Ketahuilah manfaat dari shalat untuk kesehatan kita dan keluarga kita
Fakta dan Hikmah Dibalik Gerakan Shalat Menurut Ilmu Kesehatan
Berikut ini saya uraikan mengenai fakta dan manfaat dibalik
gerakan-gerakan shalat ditinjau dari segi ilmu kesehatan. Gerakan shalat
adalah fitrah yang Allah ciptakan untuk kemaslahatan manusia.
Manfaatnya begitu besar bagi lahir dan bathin.
Subhanallah, apa yang
Allah perintahkan kepada manusia dalam kehidupan ini memang tiada
sia-sia. Semua mengandung hikmah yang akan membawa kemaslahatan bagi
kelangsungan hidup umat manusia yang mengimani-Nya. Sekecil apapun
tentunya Allah S.W.T. menyimpan rahasia yang melahirkan hikmah. Sehingga
diharapkan manusia akan bersyukur dan bertambah keimanannya kepada
Allah yang telah menciptakan dirinya.
A. Takbiratul Ihram
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan
melatih otot lengan. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu mengalami
peregangan sehingga aliran darah kaya oksigen akan menjadi lancar.
B. Berdiri bersedekap
Manfaat: Gerakan ini menghindarkan gangguan persendian pada tulang-tulang anggota gerak atas
C. Rukuk
Manfaat: Apabila dilakukan dengan sempurna, yaitu tubuh ditekuk
membentuk sudut 90 derajat, postur ini akan menjaga kesempurnaan posisi
dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh
dan pusat saraf. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk relaksasi
otot-otot bahu hingga ke lengan bawah. Selain itu, rukuk juga dapat
melatih sistem kemih sehingga dapat mencegah gangguan prostat.
D. I'tidal
Manfaat: Variasi gerakan berdiri dan bungkuk pada rangkaian gerakan
rukuk-i'tidal-sujud merupakan latihan bagi organ pencernaan yang baik.
Organ pencernaan dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara
bergantian. Hal ini dapat melancarkan dan memelihara fungsi sistem
pencernaan.
E. Sujud
Manfaat: Posisi jantung yang lebih
tinggi dari otak menyebabkan darah kaya oksigen mengalir lancar menuju
otak. Sebuah riset yang dilakukan di AS menyimpulkan bahwa sujud dapat
menyebabkan pasokan darah kaya oksigen mengalir lancar menuju otak, hal
ini dapat memelihara dan memacu kerja sel-sel otak yang akan
meningkatkan kecerdasan. Karena itu, bersujudlah dengan tuma'ninah
(tidak tergesa-gesa) agar pasokan darah kaya oksigen mencukupi kebutuhan
sel-sel otak. Menurut kabar, seorang dokter berkebangsaan AS dari
Harvard University yang telah membuktikan kebenaran hasil riset tersebut
melalui penelitian yang dikembangkannya sendiri secara diam-diam
mengenai gerakan sujud menyatakan dirinya menjadi muallaf. Bersujud juga
dapat mencegah wasir. Khusus bagi wanita, rukuk dan sujud dapat
memelihara organ kewanitaan sehingga dapat menjaga keharmonisan rumah
tangga. Bersujud juga dapat melatih otot dada. Hal ini disebabkan karena
saat sujud, beban tubuh bagian atas bertumpu pada lengan sampai tangan.
Hal ini merangsang otot dada untuk ikut berkontraksi. Bagi pria, hal
ini berguna untuk membentuk tubuh lebih indah. Bagi wanita, hal ini
dapat membantu mengencangkan dan memperindah payudara dan meningkatkan
kualitas ASI. Sujud juga dapat melatih otot perut dan rahim untuk
berkontraksi sekuat mungkin saat persalinan sehingga mempermudah proses
persalinan, hal ini karena saat sujud, otot perut dan rahim berkontraksi
penuh.
F. Duduk Iftirasy (Duduk di Antara 2 Sujud/Duduk Tahiyat Awal)
Manfaat: Saat duduk iftirasy, kita bertumpu pada pangkal paha yang
dilewati saraf skiatik (nervus ischiadicus), hal ini dapat memelihara
fungsi saraf skiatik. Hal ini dapat mencegah penyakit skiatika
(ischialgia), yaitu gangguan di sepanjang daerah yang dipersarafi saraf
skiatik yang menyebabkan nyeri dari punggung bagian bawah sampai kaki
yang luar biasa sehingga menyebabkan penderitanya tidak mampu berjalan.
G. Duduk Tawarruk (Duduk Tahiyat Akhir)
Manfaat: Duduk tawarruk yang sempurna sangat baik bagi pria karena
dapat membantu mencegah impotensi dan mencegah gangguan pada ureter,
kandung kemih (vesica urinaria), vas deferens, dan uretra. Variasi
posisi telapak kaki pada duduk iftirasy dan tawarruk menyebabkan seluruh
otot tungkai berkontraksi dan berelaksasi secara bergantian gerakan.
Gerakan yang harmonis dan teratur inilah yang menjaga kelenturan dan
kekuatan organ kaki kita.
H. Salam
Manfaat: Gerakan menoleh
kiri dan kanan secara maksimal dapat merelaksasikan otot leher dan
sekitar kepala, hal ini dapat melancarkan peredaran darah di kepala.
Gerakan ini mencegah mudah sakit kepala dan migrain. Selain itu, hal ini
dapat menjaga kekencangan kulit wajah sehingga dapat menunda timbulnya
keriput dan membuat kesan awet muda.
Dari uraian di atas,
dapatlah kita tarik kesimpulan bahwa dengan menunaikan shalat secara
istiqomah dapat menjaga kesehatan lahir maupun bathin hamba-Nya yang
beriman. Sehingga akan meningkatkan kualitas hidup kita sebagai
hamba-Nya. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang beriman dan selalu
istiqamah di jalan-Nya sehingga kita selalu diberikan rahmat oleh Allah
SWT. Amin
Keajaiban Sholat Menurut Ilmu Kesehatan
Maka
apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu
berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu
Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa).
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas
orang-orang yang beriman. (QS. An-Nisa:103).
Waktu-waktu shalat
mengajarkan kita untuk selalu menghargai waktu dan hidup sesuai dengan
siklus alam semesta. Waktu-waktu shalat yang kita lakukan sangat sesuai
dengan kaidah dan ketentuan sistem terapi dalam ilmu kesehatan China.
Subuh : Terapi Paru-paru
Waktu pelaksanaan Shalat Shubuh adalah sejak terbit fajar sampai
hampir terbit matahari. Shubuh merupakan waktu yang tepat untuk proses
terapi sistem pernapasan dan paru-paru, karena pada pagi hari udara
masih bersih, oksigen masih segar. Dari paru-paru, darah mengambil
“bahan bakar” yang masih baru & bersih, akhirnya keseluruhan organ
menerima pasokan nutrisi yang bersih. Selanjutnya tubuh menjadi segar
kembali dan otak menjadi jernih.
Penelitian mutakhir dalam ilmu
medis Barat juga mengungkap manfaat kebiasaan bangun pada waktu shubuh.
Ditemukan bahwa pada dini hari sekitar pukul 3.00 – 5.00 terjadi proses
detoksin (pembuangan zat racun) di bagian paru-paru. Oleh Karena itu,
biasanya selama durasi waktu ini, penderita batuk akan mengalami batuk
hebat. Ini karena proses pembersihan (detoksin) telah mencapai saluran
pernapasan.
Paru-paru dan usus besar merupakan organ yang saling
berpasangan. Usus besar merupakan pengatur panas dalam perut. Jantung
termasuk organ yang memiliki sifat panas. Apabila jantung memiliki sifat
panas yang berlebihan, dengan pernapasan yang dilakukan pada saat udara
benar-benar bersih, kita dapat mengarahkan panas jantung ke paru-paru
dan dengan demikian mendinginkan panas dalam perut.
Zuhur : Terapi Jantung dan Usus Kecil
Waktu Zuhur adalah sejak tergelincirnya matahari dari tengah-tengah
langit hingga saat bayangan benda sama panjang dengan benda tersebut.
Jantung merupakan organ yang biasa dihubungkan dengan proses mental.
Beberapa bentuk tekanan emosional seperti pusing, berdebar-debar, sesak
napas, dan kemunduran vitalitas merupakan gejala-gejala umum dari
penyakit jantung. Kemunduran chi jantung ditandai dengan kelemahan
secara umum, seperti bicara terengah-engah, pernapasan yang
pendek-pendek, dan sering berkeringat.
Jika wajah bengkak dan
berwarna tidak cerah, kaki dan tangan terasa dingin, ini dinamakan
kemunduran chi jantung. Gelisah, lekas marah, pusing, kehabisan akal,
dan tidak bisa tidur adalah gejala kemunduran darah jantung. Bisa juga
terasa aliran darah yang deras pada telapak tangan dan wajah, serangan
demam ringan, dan berkeringat pada malam hari.
Gejala kelebihan chi
jantung adalah akibat panas jantung. Ini terlihat dalam serangan demam
tinggi, yang kadang-kadang disertai dengan menggingau, perasaan
berdebar-debar yang mengganggu, kegelisahan yang sangat, tidak dapat
tidur, dan sering mimpi buruk, wajah berwarna merah padam, lidah
berwarna merah, atau terasa panas dan sakit, dan sering merasa panas
ketika buang air kecil.
Waktu pelaksanaan shalat zuhur sangat sesuai
dengan kaidah ilmu kesehatan China yang berpendapat bahwa berdasarkan
sirkulasi chi, waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ jantung
adalah pada pukul 11.00 – 13.00. Waktu zuhur adalah saat kita berada di
puncak kepenatan akibat aktivitas sepanjang siang. Dengan melakukan
shalat zuhur sebagai bentuk relaksasi dan dipadukan dengan basuhan air
wudhu’, panas jantung yang berlebihan bisa menjadi normal kembali.
Akhirnya hal ini mempengaruhi sistem lainnya, karena fungsi jantung yang
merupakan “penguasa” pembuluh-pembuluh. Jantung memompa darah agar
selalu mengalir untuk membawa sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh
organ-organ lainnya. Tubuh kita yang penat dan pikiran kita yang sumpek
akan tersegarkan kembali dan siap melanjutkan aktivitas.
Ashar : Terapi Kandung Kemih
Waktu ashar adalah setelah habus waktu zuhur hingga terbenam matahari.
Dalam ilmu kesehatan China, pukul 15.00 – 17.00 merupakan waktu yang
tepat untuk melakukan terapi kandung kemih karena pada saat itu mulai
terjadi kesesuaian secara perlahan antara hawa tubuh manusia dan hawa di
sekitarnya, perubahan dari hawa udara yang panas menuju dingin.
Fungsi utama kandung kemih adalah mengubah cairan tubuh menjadi air
kencing dan mengeluarkannya dari tubuh. Jika fungsi tersebut berjalan,
terjadilah keseimbangan kimiawi dalam tubuh sehingga metabolisme
terjaga. Jika fungsi ini terhambat, akan terjadi penumpukan cairan yang
tidak bermanfaat dan mengandung racun sehingga mempengaruhi kerja
organ-organ internal lainnya. Jika ini terjadi, proses pendinginan
tingkat chi yang seharusnya dikeluarkan menjadi menumpuk dan menimbulkan
panas yang tinggi, yang akhirnya mempengaruhi pula kerja ginjal.
Jadi, ibadah shalat ashar bermanfaat untuk meningkatkan daya kerja
kandung kemih sehingga dapat lancar mengeluarkan racun yang diakibatkan
oleh proses kimiawi tubuh yang berlangsung selama aktivitas sepanjang
siang.
Maghrigb : Terapi Ginjal
Shalat Maghrib dilaksanakan pada waktu sesudah matahari terbenam hingga lenyapnya mega merah di sebelah barat.
Ginjal dan kandung kemih adalah organ yang berpasangan. Kedua organ
tersebut mengontrol tulang-tulang, sumsum, dan otak. Bertanggung jawab
terhadap fungsi-fungsi pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi.
Kesehatan kedua organ internal ini tercermin pada kondisi rambut kepala.
Mereka memainkan peran yang sangat penting dalam metabolisme air dan
mengendalikan cairan tubuh, dan juga menjaga keseimbangan panas dan
dingin yang sangat fundamental bagi tubuh.
Untuk mengetahui
gejala-gejala kemunduran energi dingin ginjal sesungguhnya mudah.
Biasanya, punggung bagian bawah terasa lemah dan sakit, ada suara
mendengung pada kedua telinga dan kehilangan ketajaman pendengaran,
wajah berwarna keabu-abuan dan gelap, khususnya di bawah kedua mata.
Biasanya kepala terasa pusing, haus dan berkeringat di malam hari, dan
sering masuk angin ringan.
Gejala-gejala kemunduran energi panas
secara signifikan berkaitan dengan kehilangan energi atau panas. Serupa
dengan kemunduran energi dingin ginjal, ada dengungan pada telinga,
pusing, dan rasa sakit di punggung bawah. Namun rasa sakit ini ditandai
dengan rasa dingin, lemah, dan lesu yang sangat. Biasanya kemunduran
energi dingin ginjal menimbulkan gangguan pada jantung dan hati,
sedangkan kemunduran energi panas ginjal mengganggu fungsi-fungsi limpa
kecil dan paru-paru.
Ditinjau dari ilmu pengobatan China, waktu
pelaksanaan shalat maghrib merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan
terapi organ ginjal. Waktu maghrib adalah saat-saat hawa udara semakin
menurun, dan sistem organ juga mulai menyesuaikan diri dengan energi di
sekitarnya.
Isya : Terapi Perikardium dan Triple Burner (San Jiao)
Shalat Isya dilaksanakan setelah habis waktu maghrib hingga menjelang shubuh.
San Jiao adalah konsep dalam ilmu kesehatan China, yaitu sebuah organ
fungsional yang tidak dikenal oleh ilmu kedokteran Barat modern. Menilik
makna kata asalnya, yaitu lapisan yang terletak di bawah kulit dan di
antara otot-otot, sebagian ahli mengajukan teori bahwa organ ini sama
dengan sistem limfatik. San Jiao dianggap terutama bersifat energetik
dan tidak memiliki komponen fisik.
Fungsi perikardium adalah
membuang kelebihan energi jantung dan mengarahkannya pada titik Laogong
yang terletak pada pusat telapak tangan. Dari Laogong, kelebihan energi
akan dilepaskan secara alamiah sehingga terciptalah stabilitas tingkat
energi jantung. Titik Laogong digunakan dalam ilmu kesehatan China untuk
mengurangi suhu tubuh selama terkena sakit demam.
Waktu yang tepat
untuk melakukan terapi organ perikardium adalah pada pukul 19:00 –
21:00. Pada waktu tersebut hawa di sekitar sudah mulai rendah daripada
hawa tubuh. Maka, diperlukan penyesuaian sistem energi di dalam tubuh
manusia untuk bisa menyesuaikan diri dengan hawa di sekitarnya.
Pada
waktu pelaksanaan shalat Isya, dimulailah penurunan kerja organ
internal yang telah digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Tubuh
memasuki masa istirahat, terutama kerja jaringan otot yang digunakan
untuk gerak dan berpikir. Waktu isya bisa disebut sebagai masa
pendinginan keseluruhan sistem organ dan saraf. Proses pengistirahatan
tubuh kemudian disempurnakan dengan tidur pada malam hari.
Penutup
Paparan di atas tidaklah mutlak untuk menyatakan bahwa alasan penetapan
waktu-waktu shalat adalah untuk menyesuaikan dengan sirkulasi chi dalam
tubuh manusia. Terlebih lagi untuk daerah-daerah subtropis, panas musim
panas, siang lebih panjang daripada malam, sehingga waktu pelaksanaan
shalatpun bergeser. Oleh karenanya perlu diberikan penjelasan yang lebih
khusus.
Rahasia di Balik Gerakan Shalat
Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan
hikmah dan manfaat. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan
benar, tumaninah, serta dilakukan secara istikamah.
Suatu ketika
Rasulullah SAW berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Selepas
menunaikan shalat, beliau menghadap para sahabat untuk bersilaturahmi
dan memberikan tausiyah. Tiba-tiba, masuklah seorang pria ke dalam
masjid, lalu melaksanakan shalat dengan cepat.
Setelah selesai, ia
segera menghadap Rasulullah SAW dan mengucapkan salam. Rasul berkata
pada pria itu, “Sahabatku, engkau tadi belum shalat!”
Betapa
kagetnya orang itu mendengar perkataan Rasulullah SAW. Ia pun kembali ke
tempat shalat dan mengulangi shalatnya. Seperti sebelumnya ia
melaksanakan shalat dengan sangat cepat. Rasulullah SAW tersenyum
melihat “gaya” shalat seperti itu.
Setelah melaksanakan shalat untuk
kedua kalinya, ia kembali mendatangi Rasulullah SAW. Begitu dekat,
beliau berkata pada pria itu, “Sahabatku, tolong ulangi lagi shalatmu!
Engkau tadi belum shalat.”
Lagi-lagi orang itu merasa kaget. Ia
merasa telah melaksanakan shalat sesuai aturan. Meski demikian, dengan
senang hati ia menuruti perintah Rasulullah SAW. Tentunya dengan gaya
shalat yang sama.
Namun seperti “biasanya”, Rasulullah SAW menyuruh
orang itu mengulangi shalatnya kembali. Karena bingung, ia pun berkata,
“Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran,
aku tidak bisa melaksanakan shalat dengan lebih baik lagi. Karena itu,
ajarilah aku!”
“Sahabatku,” kata Rasulullah SAW dengan tersenyum,
“Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah,
kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat dalam Alquran yang engkau pandang
paling mudah. Lalu, rukuklah dengan tenang (thuma’ninah), lalu bangunlah
hingga engkau berdiri tegak. Selepas itu, sujudlah dengan tenang,
kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang. Lakukanlah seperti
itu pada setiap shalatmu.”
Kisah dari Mahmud bin Rabi’ Al Anshari
dan diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya ini memberikan gambaran
bahwa shalat tidak cukup sekadar “benar” gerakannya saja, tapi juga
harus dilakukan dengan tumaninah, tenang, dan khusyuk.
Kekhusukan
ruhani akan sulit tercapai, bila fisiknya tidak khusyuk. Dalam arti
dilakukan dengan cepat dan terburu-buru. Sebab, dengan terlalu cepat,
seseorang akan sulit menghayati setiap bacaan, tata gerak tubuh menjadi
tidak sempurna, dan jalinan komunikasi dengan Allah menjadi kurang
optimal. Bila hal ini dilakukan terus menerus, maka fungsi shalat
sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar akan kehilangan makna. Karena
itu, sangat beralasan bila Rasulullah SAW mengganggap “tidak shalat”
orang yang melakukan shalat dengan cepat (tidak tumaninah).
Hikmah gerakan shalat
Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga
aspek “olah rohani” yang dapat melahirkan ketenangan jiwa, atau “jalinan
komunikasi” antara hamba dengan Tuhannya, secara fisik shalat pun
mengandung banyak keajaiban.
Setiap gerakan shalat yang dicontohkan
Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan bermanfaat bagi kesehatan.
Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tumaninah serta
istikamah (konsisten dilakukan).
Dalam buku Mukjizat Gerakan Shalat,
Madyo Wratsongko MBA. mengungkapkan bahwa gerakan shalat dapat
melenturkan urat syaraf dan mengaktifkan sistem keringat dan sistem
pemanas tubuh. Selain itu juga membuka pintu oksigen ke otak,
mengeluarkan muatan listrik negatif dari tubuh, membiasakan pembuluh
darah halus di otak mendapatkan tekanan tinggi, serta membuka pembuluh
darah di bagian dalam tubuh (arteri jantung).
Kita dapat
menganalisis kebenaran sabda Rasulullah SAW dalam kisah di awal. “Jika
engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah.”
Saat
takbir Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar
dengan bahu-bahunya (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar). Takbir ini
dilakukan ketika hendak rukuk, dan ketika bangkit dari rukuk.
Beliau
pun mengangkat kedua tangannya ketika sujud. Apa maknanya? Pada saat
kita mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada,
memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan
untuk dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata
dan telinga kita, sehingga keseimbangan tubuh terjaga.
“Rukuklah
dengan tenang (tumaninah).” Ketika rukuk, Rasulullah SAW meletakkan
kedua telapak tangan di atas lutut (HR Bukhari dari Sa’ad bin Abi
Waqqash). Apa maknanya? Rukuk yang dilakukan dengan tenang dan maksimal,
dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang
belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya. Rukuk
pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di
pungggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang
leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat terjaga kelenturannya
dengan rukuk. Kelenturan syaraf memori dapat dijaga dengan mengangkat
kepala secara maksimal dengan mata mengharap ke tempat sujud.
“Lalu
bangunlah hingga engkau berdiri tegak.” Apa maknanya? Saat berdiri dari
dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah,
sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang
tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan
berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.
Selepas itu, sujudlah
dengan tenang.” Apa maknanya? Bila dilakukan dengan benar dan lama,
sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala,
termasuk pula ke mata, telinga, leher, dan pundak, serta hati. Cara
seperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah di jantung,
sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi
“Kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang.” Apa maknanya?
Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektrik
serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan
syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai
jari-jari kaki. Subhanallah!
Masih ada gerakan-gerakan shalat
lainnya yang pasti memiliki segudang keutamaan, termasuk keutamaan
wudhu. Semua ini memperlihatkan bahwa shalat adalah anugerah terindah
dari Allah bagi hamba beriman.
Wallaahu a’lam.
Hikmah di balik gerakan shalat dan wudhu
Hai teman-teman...
Di sini, saya akan menjelaskan tentang Hikmah Gerakan Shalat dan Wudhu :
1. TAKBIR (Mengangkat Tangan)
Memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk diisi ke mata, telinga, mulut.
2. SEDEKAP (Pengisian Pembuluh Darah di Organ-organ Kepala)
Menjepit pembuluh darah balik pada lengan kiri sehingga pembuluh darah
ditangan kanan akan mengembang. Pada saat mengangkat tangan mau rukuk
semprotan pembuluh darah berkecepatan tinggi di tangan kanan akan
mengisi pembuluh darah yang ada di bagian kepala.
3. RUKUK (Pelenturan Memori Otak dan Ginjal)
Kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang, merupakan saraf
sentral beserta sistem aliran darahnya. Rukuk yang sempurna akan menarik
urat pinggang sehingga dapat mencegah sakit pinggang dan sakit ginjal.
Tuas sitem keringat yang terdapat di pinggung, pinggang, paha, betis
belakang, terpelihara oleh gerakan rukuk, dan tulang leher, serta
saluran saraf memori juga terdapat kelenturannya.
4. I’TIDAL (Mencegah Sakit Kepala dan Pinggang)
Posisi I’tidal bangun dari rukuk membuat aliran darah turun langsung
dari kepala, menyebabkan bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan
berkurang tekanan darahnya. Sehingga dapat mencegah saraf keseimbangan
tubuh kita sangat berguna untuk menghilangkan sakit kepala dan pingsan
dengan tiba-tiba.
5. SUJUD (Pencegahan Koroner dan Stroke)
Pada saat sujud pembuluh darah nadi balik, dikunci dipangka paha,
sehingga tekanan darah akan lebih banyak dialirkan kembali ke jantung
dan dipompa ke kepala. Posisi sujud adalah cara yang maksimal untuk
mengalirkan darah dan oksigen ke otak dan anggota tubuh di kepala. Posis
sujud adalah teknik terbaik untuk membongkar sumbatan pembuluh darah
jantung sehingga mencegah koroner. Juga membuat pembuluh darah halus di
otak mendapat tekanan lebih, sehingga bisa mencegah stroke.
6. DUDUK DI ANTARA 2 SUJUD (Duduk Perkasa)
Tekukan kaki dan jari kaki dapat menyeimbangkan sistem elektrik dan
saraf keseimbangan tubuh kita. Posisi duduk 2 sujud memperbaiki dan
menjaga kelenturan saraf keperkasaan yang banyak terdapat pada bagian
paha dalam, cekungan lutut sampai ibu jari kaki. Akibat lenturnya saraf
keperkasaan ini akan mencegah penyakit diabetes, prostate dan hernia.
7. DUDUK TAHIYYAT AWAL (Duduk Pembakaran)
Posisi duduk ini jika agak lama sehingga lipatan paha dan betis
bertemu, akan mengaktifkan kelenjar keringat sehingga dapat mencegah
pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki tertekan sehingga
darah akan memenuhi seluruh telapak kaki meyebabkan pembuluh darah di
pangkal kaki mengembang. Gerakan ini akan menjaga agar kaki optimal
menopang tubuh kita.
8. DUDUK TASYAHHUD AKHIR (Keseimbangan Saraf dan Penyembuhan Wasir)
Posisi duduk ini lebih baik dari bersila. Dalam ilmu yoga kalau
pergelangan kaki akan dipegang, lalu tekan diarea cekungan akan berguna
untuk membongkar pengapuran dikaki kiri. Duduk ini membuat saraf
keseimbangan yang berhubungan dengan saraf mata akan terjaga dengan
baik.
9. SALAM (Terapi Penyakit Kepala)
Gerakan salam jika
dilakukan secara maksimal, bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat
leher. Berkat kontraksi otot-otot di kepala dihasilkan energi panas dan
zat-zat yang diperlukan untuk rehabilitasi jaringan yang rusak. Salam
kanan dan kiri secara maksimal, mencegah penyakit kepal dan tengkuk
kaku.
Selain ituu, wudhu juga memiliki manfaat teman-teman, yaituu :
a. Membasuh Tangan hingga Pergelangan.
Tangan adalah salah satu media yang sangat rentan terhadap penularan
penyakit. Setiap kita bersentuhan dengan benda atau tangan orang lain,
maka potensi berpindahnya kuman/ virus besar terjadi, seperti pada
penyakit Batuk, Pilek, Diare dll. Dengan membasuh tangan, maka tangan
menjadi bersih, sehat dan suci. Sensasi rasa segar pada syaraf-syaraf
tangan membuat kita merasa santai dan pikiran menjadi kendor dan tenang
setelah bekerja atau melakukan aktifitas keseharian. Membasuh tangan
dilakukan dengan sempurna dengan menyilangkan jari- jari kanan dengan
jari-jari kiri. Bacalah BISMILLAH di permulaan membasuh tangan.
Selingilah dengan berdzikir atau beristighfar mengingat nikmat Allah.
RASAKAN KESEJUKAN AIR mengalir dalam batin anda. Ini adalah PINTU menuju
Sholat Khusyu’.
b. Mencuci Mulut. (Sunnat Wudhu)
Mulut
adalah tempat makanan dikunyah. Adanya sisa-sisa pencernaan, menjadikan
mulut sebagai tempat bersarangnya Milyaran bibit penyakit seperti kuman,
virus dan protozoa. Mulut juga tempat keluarnya kata-kata buruk, ghibah
(rasan-rasan) dan fitnah yang menyakiti orang lain.
Mencuci mulut
dengan cara berkumur-kumur dan menggosok gigi dapat membersihkan bibit
penyakit dan simbol penyucian diri dari hal-hal yang dilarang agama.
Nabi Muhammad SAW bersabda “ Seandainya tidak (takut) memberatkan
umatku, maka saya memerintahkan mereka (untuk membersihkan gigi mereka)
dengan siwak setiap waktu akan sholat (Hadist Riwayat Muslim). Mencuci
mulut juga termasuk perbuatan untuk menyenangkan/ mengharap
rido Tuhan (Mardotun Lirrobi). Iringilah dengan berdzikir atau beristighfar mengingat nikmat Allah.
c. Mencuci Lobang Hidung. (Sunnat Wudhu)
Allah telah memberi kita nikmat berupa bulu-bulu hidung yang menyaring
kotoran dari udara yang kita hirup. Namun karena polusi yang berlebihan,
kuman masih dapat bersarang di hidung. Bahkan menurut Nabi, setan
bermalam dalam lubang hidung manusia (yang lalai berdzikir dan bersuci).
Dengan mencuci hidung, bibit-bibit penyakit Pilek, Batuk, Flu, Cacar
air, TBC dll dapat dihindarkan masuk ke dalam tubuh kita. Pernafasan
menjadi lancar sehingga baik bagi Paru-paru kita. Sertailah dengan
berdzikir atau beristighfar mengingat nikmat Allah.
d. Mencuci Muka (Fardhu Wudhu)
Membasuh dan disertai gosokan lembut pada wajah, akan membersihkan
kotoran yang melekat dan menyegarkan kulit wajah. Selain peredaran darah
menjadi lancar, wajah akan terlihat bersih dan segar. Muka adalah
tempat mata. Mata terkadang melakukan dosa-dosa kecil baik yang sengaja
maupun yang tidak kita sengaja yang perlu disucikan. Basuhlah sambil
berdzikir dan beristighfar kepada Allah. Bacalah Niat bersamaan dengan
mencuci muka.
e. Mencuci Kedua Tangan dan hingga Siku (Fardhu Wudhu)
Mencuci tangan disertai gosokan lembut dapat memulihkan fisik yang
kelelahan, bahkan mampu mengatasii pembengkakan di daerah tangan, lengan
dan siku. Tangan juga terkadang melakukan atau mengantar kita pada
perbuatan dosa- dosa kecil sehingga perlu disucikan. Basuhlah kedua
tangan dan hingga siku-siku sambil berdzikir dan beristighfar kepada
Allah.
f. Membasuh Kepala (Fardhu Wudhu)
Membasuh kepala
baik sebagian kepala atau keseluruhan kepala bahkan sampai ke tengkuk
dapat menurunkan suhu badan. Membasuh kepala sangat baik untuk
menurunkan stress dan tekanan darah tinggi serta melancarkan darah ke
otak. Basuhlah sambil berdzikir dan beristighfar kepada Allah. Kita
berdo’a agar dosa-dosa akibat pikiran-pikiran kita yang buruk kepada
orang lain dapat dihapuskan dan tidak kita ulangi.
g. Mengusap Telinga (Sunnat Wudhu)
Membasuh telinga sambil memijit-mijit dapat menjadi terapi untuk
menurunkan emosi. Di saat kita tegang atau marah, terasa kuping menjadi
panas dan memerah. Usapan air pada telinga akan mampu menghilangkan
ketegangan ini. Telinga juga tempat kita terkadang mendengar hal-hal
buruk tentang orang lain atau suara/bunyi maksiat yang menjadikan kita
berdosa karenanya perlu kita sucikan. Basuhlah bagian dalam dan luar
telinga sambil berdzikir dan beristighfar kepada Allah.
h. Mencuci Kaki hingga Mata Kaki. (Fardhu Wudhu)
Mencuci kaki dapat melancarkan peredaran darah , menguatkan kaki dan
memberikan efek menenangkan dan membuat kita tidur nyenyak. Kaki
terkadang juga dapat membawa kita pada hal-hal yang dilarang oleh agama
sehingga perlu disucikan. Basuhlah sambil berdzikir dan beristighfar
kepada Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar